' HOME ' IBU DAN ANAK ' RUBLIK KELUARGA ' RESEP MASAKAN KONTES SEO KESEHATAN '

Friday, February 19, 2010

Tanda tanda Melahirkan

Tanda-tanda melahirkan. Sobat semua...kali ini penulis lagi bingung, soalnya istri ane yang baru hamil tua lagi sakit perutnya, apa mau melahirkan ya..? Padahal HPL nya masih 2 minggu lagi. Makanya buat hilangin bingung penulis mau buat artikel tanda-tanda melahirkan. Dari artikel ini penulis akan paparkan hal-hal yang dialami seorang wanita ketika akan melahirkan, mulai dari awal sampai akhir. Semoga ini bisa menjadi bekal kita semua ya sobat....

Tanda tanda melahirkan I : Diawali kontraksi

Normalnya, di minggu ke 38-40 kehamilan, kepala janin sudah mulai turun ke rongga panggul. Bersamaan dengan itu, otot-otot rahim pun mulai melakukan gerakan mengerut dan meregang secara bergantian, terus-menerus secara teratur. Gerakan otot rahim seperti inilah yang disebut dengan kontraksi.

Seperti apa rasanya kontraksi? Ada yang mengatakan nyeri seperti diperas, kaku dan tegang di perut, khususnya bagian bawah, atau mulas seperti ingin buang air besar.

Yang pasti, frekuensi terjadinya kontraksi semakin lama semakin meningkat, begitu juga dengan kekuatannya. Awalnya, jarak waktu antara kontraksi yang satu dan selanjutnya cukup panjang, biasanya selang satu jam. Lalu, semakin memendek, bisa tiap 30 menit, 15 menit, dan menjelang waktunya bayi lahir, jarak kontraksi bisa mencapai 2 atau 1 menit sekali.

Sewaktu jarak antar-kontraksi masih jauh, mungkin rasa nyeri terasa hanya pada bagian atas perut. Namun seiring dengan kemajuan proses awal ini, rasa nyeri semakin menjalar ke bagian bawah perut, bahkan ke arah bawah punggung dan belakang pinggang. Saat mulut rahim sudah membuka sempurna, rasa nyeri yang hebat di daerah tadi akan terasa sangat kuat.

Tanda tanda melahirkan II : Jalan lahir membuka

Saat otot rahim mengerut, ukuran rahim akan mengecil, sehingga kepala janin semakin terdorong ke arah bawah (jalan lahir). Bersamaan dengan itu, mulut rahim sedikit demi sedikit mulai membuka.

Perlu Anda tahu, sejak terjadinya kehamilan, secara alami mulut rahim tertutup oleh semacam sumbat berupa lendir kental. Sumbat lendir ini bertugas menjaga agar kehamilan bisa terus berjalan sekaligus melindungi janin dari kuman. Nah, pada awal tahap pembukaan mulut rahim, sumbat lendir itu terbuka dan lendir (yang berwarna merah muda) keluar melalui vagina.

Mulut rahim yang semula hanya membuka sedikit, seiring dengan datangnya kontraksi yang semakin kuat, akan terus melunak dan terbuka semakin lebar. Lama-kelamaan, mulut rahim akan terlihat semakin datar dan menyatu dengan rahim bagian bawah. Saat inilah pembukaan lengkap terjadi.

Pembukaan mulut rahim biasanya dihitung dengan satuan sentimeter (cm). Bila dokter mengatakan mulut rahim Anda sudah pembukaan 8, artinya jalan lahir sudah membuka sepanjang 8 cm. Pembukaan mulut rahim dikatakan lengkap bila sudah mencapai pembukaan 10, atau 10 cm.

Lamanya tahap pembukaan jalan lahir dari awal hingga sempurna, bervariasi pada setiap kehamilan. Namun, secara gamblang tahap persalinan dibagi atas:

  • Kala/tahap I laten: di mulai dari tanpa pembukaan sampai pembukaan 2, yang bisa berlangsung 24-48 jam,
  • Kala I aktif: dimulai dari pembukaan 3-10, yang berlangsung sekitar 7 jam pada persalinan anak pertama, 3 1/2 jam pada persalinan bukan pertama.
  • Kala II: disebut fase mengejan, pada pembukaan 10/lengkap yang bisa berlangsung maksimal 1 jam.
  • Kala III: adalah fase melahirkan plasenta, hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Penting diingat, menjelang akhir kala I, meski Anda merasakan mulas yang luar biasa, Anda masih belum boleh mengejan. Sebab, saat ini mulut rahim belum membuka sempurna. Bila Anda mengejan saat ini, bisa mengakibatkan jalan lahir membengkak dan terjadi perobekan.

Jadi, harus bagaimana? Bernapaslah dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Lakukan hal ini berulang-ulang setiap kali rasa nyeri yang luar biasa itu datang.

Bila mulut rahim sudah membuka sempurna, artinya Anda sudah melewati tahap pertama dari proses persalinan, dan siap menuju tahap kedua, yaitu kelahiran bayi.

Tanda tanda melahirkan III : Siap lahir

Bila tidak ada hambatan, misalnya tali pusar yang melilit anggota tubuh janin, maka tahap yang dikenal dengan kala II ini berlangsung jauh lebih cepat dibanding tahap sebelumnya. Ada yang melewatinya tidak lebih dari 30 menit, meski ada juga yang lebih.

Pada tahap ini, kepala janin yang memang sudah tepat berada di mulut rahim akan terus mendesak. Bersamaan dengan itu, secara alamiah, rahim dan vagina akan membentuk semacam cekungan yang menjadi jalur untuk dilewati bayi. Saat ini, Anda akan merasakan tekanan yang sangat kuat di daerah perineum (daerah antara vagina dan anus).

Saat kepala janin sudah di ambang pintu dan siap keluar, lendir dan darah yang keluar dari vagina semakin bertambah. Selain itu, desakan kuat kepala janin akan menyebabkan kantung ketuban pembungkus janin pecah lebih awal atau saat pembukaan lengkap, sehingga cairan ketuban keluar membasahi daerah vagina. Cairan ini sekaligus membuat jalan lahir semakin licin yang justru memudahkan bayi meluncur keluar dengan mulus. Setelah pembukaan benar-benar lengkap dan kepala bayi sudah terlihat di pintu lahir, saat inilah Anda diijinkan mengejan.

Apa yang harus dilakukan? Ikuti saja baik-baik panduan penolong persalinan Anda. Ikuti aba-abanya, kapan Anda menarik napas dan kapan waktunya mengeluarkan napas sambil mengejan, Mengapa harus demikian? Sebab, saat mengejan harus dilakukan berbarengan dengan saat kontraksi datang, sehingga bayi akan lebih mudah meluncur di jalan lahirnya.

Saat kepala bayi berhasil keluar dari mulut vagina, bagian tubuh bayi yang masih di dalam secara alami akan berputar dengan sendirinya. Kondisi ini memungkinkan bagian bahu dan seluruh tubuh bayi keluar.

Setelah itu sambutlah kehadiran buah hati Anda di dunia dengan penuh cinta dan syukur. Anda bisa meminta penolong persalinan untuk membawakan bayi Anda sesaat dalam dekapan Anda. Dan jangan lupa untuk adzan di sebelah telinga kanan dan iqamah dis ebelah telinga kiri anak anda.

Tanda tanda melahirkan IV :  Plasenta selesai bertugas

Dengan lahirnya sang buah hati, selesai pula tugas plasenta atau ari-ari yang selama ini menemaninya di dalam rahim. Plasenta yang selama 9 bulan lebih bertugas mensuplai nutrisi dan oksigen, mengeluarkan sisa metabolisme serta sebagai organ yang menyalurkan antibodi ke tubuh janin, juga harus dilahirkan. Proses yang terjadi dalam tahap ketiga ini biasanya berlangsung tidak lebih dari 15 menit.

Alam sudah mengatur, setelah bayi keluar, kontraksi masih terus berlangsung, meski tidak sehebat sebelumnya. Tujuannya untuk membantu melepaskan plasenta dari tempat menempelnya di dinding rahim. Hampir sama seperti proses kelahiran bayi, Anda akan diminta mengejan bersamaan dengan datangnya kontraksi.

Untuk memeriksa apakah seluruh plasenta sudah terlepas dari dinding rahim atau belum, penolong persalinan akan menekan perut Anda. Setelah itu, ia akan menarik perlahan-lahan tali pusar agar plasenta bisa keluar. Setelah seluruh plasenta beserta tali pusar keluar, barulah tubuh Anda dibersihkan.

Nah, kini selesailah sudah seluruh tahap proses persalinan. Anda pun memasuki babak baru dalam hidup Anda, yakni menjadi seorang ibu dan bapak. Sebuah peran yang luar biasa indahnya dan penuh tanggungjawab!

9 comments:

  1. jadi inget pas melahirkan dulu,bener2 pengalaman yg mengharukan. Apalagi skrg anakku udah 2 thn, dah selesai asi-nya. Untung suka bgt ama sufornya. Dan untung sufornya bs diantar ke rumah.

    ReplyDelete
  2. iya nih.. jadi inget dulu.. he2..
    kalau sekarang anakku baru umur 1 tahun lebih.. ^^
    dulu pas anakku baru lahir..
    langsung sudah dipikirin kedepannya..
    harus ASI ekslusif.. kalau sudah baru pakai sufor.. tapi cari sufornya yg kandungan gizinya harus ada vitamin A, C, E nya juga..

    ReplyDelete
  3. @ nilaya
    hah? emangnya ada sufor yang bisa dianter kerumah?
    bukannya biasanya yang dianter kerumah itu makanan yah? he2.. baru tau.. emangnya sufor apa? ada2 aja yah jaman sekarang.. :P

    ReplyDelete
  4. eh ada ya sufor yg home direct gt ???

    ReplyDelete
  5. ada kok saya kl beli susu selalu home direct ...sufor anak saya sie anmum

    ReplyDelete
  6. sama donk anak saya sufor nya anmum ...oooo bisa home direct yaaaa mau donk no telp nya

    ReplyDelete
  7. duh, sy jg inget waktu sy mau melahirkan. deg2an bgt :)) makasih udah share artikel nya :)) eh, sama nih, anak sy jg minum anmum udah hampir 2 thn terakhir ini. dan udah coba home direct nya. waktu itu dianter ke kantor sy. praktis dan efisien waktu jadinya ya.

    ReplyDelete
  8. @ mbak irene: aq dah prnh tuh coba home direct nya. no tlf nya: 021-86606008. tp khusus utk daerah jkt aja utk saat ini. tp lumayan kan jd memudahkan kita ibu2 yg bekerja. jd gak repot2 ngantri di supermarket atau bermacet2 di jalan kan =)

    ReplyDelete
  9. Kalo udah tanda tanda gini mental bnar" diuji ya hehe

    Mohon kunjungi juga blog Info seputar Ibu hamil

    Terima Kasih,

    ReplyDelete

Related Posts with Thumbnails
 
Artikel Lomba Blog UII
Berita Terbaru
Blogroll
My Links
Tukar Link

Arsip Bulanan
Langganan Artikel